Tuesday, November 20, 2012

red is not for red riding hood

The numbers of martyrs, are increasing, showing no signs of decrement. The israelis are continuosly invading as if they don't even have the idea of backing off.

Numbers will remain numbers, but Allah will count all the blood spatted out form these innocent bodies, the bombs exploding here and there with the most stupid reason of them 'self defending themselves!'

what more do they want?

isn't it enough, already splitting there families apart?

isn't it enough killing them like hunting gazelles in the wood?

we are talking about human beings, not barbie dolls!

The whole world knows the truth, the X files of Gaza itself. How the prolonged invasion by the israelis, must be put to a stop.

wait, does the whole world truly knows?

we share the same bond.

we share the same fikrah.

we share the same aim.

so were one.

if only truth was a tongue, how the cowardice would have been put into justice long ago, punished vividly for their unlawful actions.

The updates of Gaza strip attacks, have never failed to leave a mark in my heart, scrolling down the newsfeed, looking at the people of Gaza, headless, blood smeared all over the body,  how can one just look without feelings.

tearfully, may the dua's reach them, may Allah bless them in all their jihad.

If salahuddin al ayyubi was here, he would be the first soldier to run to Gaza and rescue them, attack back the cowardice and put them to justice.

He would definitely do that.

The problem is, he is not present, but we exist,

thus, even by wishing that, Gaza will be safe, is the least we can do. Who says thats too insignificant?

Hey, Allah counts every single scrape of good deeds.

so, fastabiqul khairat :)


Wednesday, November 14, 2012

| spell it with me

For every superhero, their mum still packs up lunch boxes for them :)
It has been more than one month I have settled down in Egypt, and it has been more than a month that I have been in my 'new' home with the most awesome people that have ever existed on earth.

Can I just have a minute to pray for them,

Oh Allah, give eternal happiness to us all.
Beit Durrah.

Our home, where my body as well my heart sits.

I used to think that I was always alone in this dusty and noisy land, but I was wrong.

I used to think people cared less about me, but I was wrong.

I used to think, being together was a mess, but I was wrong.

I don't know if my presence had gave a mark in your lives, but your presence changed mine.

Our laughters during dinner, our togetherness in that tiny kitchen, the salams before going out, our tears, and still the list goes on, all mixed up in one,

giving out the word , bahagia

To whom I may concern,

I am blessed to have you guys, a gift from Him I must say :')

Abu Hurayrah relates that the Prophet (peace be upon him) said: “Allah will ask on the 

Day of Judgment: ‘Where are those who loved each other for the sake of My glory? 

Today, - on a day when there is no shade but mine – I shall shade them with My shade.” 

[Sahîh Muslim]

Jazakunallah khair :)






Tuesday, November 13, 2012

.

Cancer is when unwanted cells take over a region of the body. Unwanted or impossible love is like a cancer of the heart that only God can cure-yasmin mogahed

I hope there is no necrotic cells of the brain due to over usage and deep thinking :D. Tomorrow is my first examination for this semester, and I admit, bluntly, that I have done put such inadequates effort that I myself think so.

Pondering back, neither have I stayed up late nor have I done endless notes.

*sighing*

To leave your hope to Allah, you must insert thorough efforts and du'as first, and then tawakkal, but if you are in a condition of unreadiness, thus that ain't a good sign.

Ain't a good sign indeed.

usaha itu manifestasi tawakkal kita-roomate terchenta
And it made me thinking, what if tomorrow was never a tomorrow, will I be ready? Busied by the examination of the dunya, have I put aside the examination of akhirat?

Thus, my dear fellas, renewing intention is the solution to all. Renew your intentions that what ever you are doing is because of Him.

Incase you die, shortly after this, at least you wouldn't regret, because you did not put aside Allah in your life.

The door to dunya, is by opening the door of akhirah first. Once you have put Allah in your heart, then all your life, your rizq, your feelings will come along. Because, it is He who owns all right ;)

I reread my previous post and sighed again, how sometimes, karma occurs, I'm tested with what I say. And when these tests come,

its Me against Iman,

the battle begins.

Astaghfirullah,

Esok exam, pohon doa dari akhawati fillah sekalian :).

Wednesday, November 7, 2012

| Taqwa itu di qalbu.

Taqwa itu di hati. Maka ia terbukti kala sendiri & sepi. Saat godaan menari-nari & diri merasa tiada yang mengawasi. Ya Rabbi, jagalah kami." - Salim A. Fillah 
A great quote diilhamkan oleh such a great creator!

Dalam keadan-keadan sebegini, kata-kata hikmah oleh akhi dan akhawati, sentiasa buat diri ini, tengok skrin macam nak tembus.

Tertusuk sangat.

Baru habis 'menumpang' sharing farah dengan adik-adiknya, dan terimbau kenangan di KTT dulu. Kenangan sewaktu berusrah berbelas-belas di rumah ilani,kown,lyana and ayuni. Ramai benar. Tapi bahagia.

Kini, masing-masing sudah berpecah, bertebaran di muka bumi Allah. Masing-masing mencari keredhaanMu.

Doakan kami, para muharikah.

Sebenarnya, pagi tadi, sewaktu di kuliah, disapa oleh jiran kerusi sebelah, sembang punya sembang, tiba-tiba, dengan takdirnya, dia tanya CGPA or something like that, i couldnt remember precisely but it was related to my results and I answered, that I got 2 point something.

What made me shocked was the response given by that person, because I was expecting something like,

"takpe, tahun ni ada lagi"

or

"okay la tu"

but unfortunately it was  a

"kenapa, main-main ke?"

shoot.

dead silence.

hakikatnya, aku tak main-main, tapi aku tak pandai uruskan masa. Kononnya dibusykan dengan usrahlah, tarbiyyahlah, dakwahlah, tapi itu tak menghalang untuk dapat 4 flat kan?

Dush.

Teringat ada seorang ukhti, memberi amanat sewaktu dirinya belum back for good lagi

"akhawati, kita da'ie pegang amanah sebagai pelajar, janganla aim, jayiid sahaja, atau jayyid jiddan sebagai at least kita, tapi aim mumtaz!"

Dan untuk aim mumtaz, kena usaha macam orang mumtaz.

mengutip kata mutiara dari student representative kami here in Egypt, they say,

Aim for the moon, cause even if you miss, you'll land among the starts.And if you really want jannah, aim for the highest one, Jannatul Firdaus. Even if you miss, you'll land among the 'Adn,Ma'wa, Naeem, Darussalam.
So, sebenarnya, hari-hari adalah tarbiyyah untuk kita, dan kata-kata dari sesiapa pun, adalah wasilah untuk Allah bercakap atau tegur kita, menunjukkan betapa Allah sayangkan kita yang amat.

Moga Allah redha.

InshaAllah.


Friday, November 2, 2012

| if the pen writes, what the heart speaks.

Pernah terfikir,
aku tiadalah bakat untuk menulis tulisan himmah
dek kerana
lack in vocabs and lack in skills if presenting
dan tak tersampai pulak mesejnya

walaupun sudah berkali-kali mendengar daurah dan usrah
masih belum mampu menghasilkan tulisan yang totally ilmiah,
belum lagi,
mungkin nanti,
biiznillah.

tapi terlalu banyak benda dalam diri
yang tidak boleh dipendam
dan harus diluahkan kepada sesuatu,

maka terhasillah blog ini

luahan dan nasihat yang dilontarkan
dari hati yang nan hari cuba mentajdid niat
agar menulis kerna Dia

sewaktu scroll down, dalam newsfeed blog,
i went through a blog that was telling about her writing histories
which lead to what i am writing now.

She quoted,


"Semua penulis akn meninggal. Hanya karyanya yg akan abadi. Maka tulislah sesuatu yg akn mbahagiakan dirimu diakhirat nanti"
- Sayyidina Ali


Jazakillah khair awak ;)


Sometimes, I have to stare too long looking at the blank page
wondering what to write
wondering if my writings are not because of him
wondering if my words tend to be just some mixed up feeling of mine
wondering if i tend to blabber unnecessary things

wondering and keeping on wondering.

Oh Allah,
moga si empunya blog, dan andai ada si pembaca blog,
mendapat redhaNya
inshaAllah

| abadi selamanya

Saat pertama tarbiyyah menyapa,
terasa seolah-olah dunia ini, dunia kita dengan Dia,
hanya Kau dan aku.

Terlupa diri pernah di hinggapi dengan noda-noda dosa,
terlupa diri ini, pernah bersahabat dengan geng-geng kongsi 'gelap' itu,
alpa dengan dunia sendiri,
dunia melepaskan tempias nafsu.

Tapi, sejak hidayah dan tarbiyyah datang menjenguk,
seolah-olah seperti orang yang dahaga di beri air,
seolah-olah seperti si lapar di beri makanan,
seolah-olah seperti si rabun diberi penglihatan.

Melengkapi dan mengisi ruang-ruang kosong dalam diri.

Hatiku dibajai dengan iman dan islam,
bercambahlah amal-amal islami itu,
dan hati melompat kegirangan,
bahagia sungguh!

Namun, kadangkala,
sekali lagi, aku disapa dengan mereka,
yang aku kira musuhku,

mereka bertau-talu mengetuk diri yang sedang longlai ini,
menarik diri yang lemah ini,
untuk kembali seperti dulu,
kembali menjadi geng kongsi 'gelap' mereka itu.

aku takut
takut andai, aku tersungkur dalam kegelapan itu kembali,
jatuh dan tergolek
tiada daya untuk bangun kembali!

andai benar-benar berlaku,

Akhawati,
panggilah aku kembali,
tariklah aku, agar aku terus menaiki gerabak cinta ini!

Sesungguhnya, Jannah destinasi aku, tiada pitstop!

Ya Allah,
pujuklah aku,
damaikanlah aku,
sesungguhnya aku merinduiMu!





| kalimah redha ini sungguh berat wahai diri!

Kebenaran yang tersusun memang mampu mengalahkan kebatilan yang terabur.
Susunan memang perlu, hatta nombor mahupun abjad, berada di posisi yang ditetapkan.
Lepas A memang BSebelum 10 memang 9
Dan begitula sunatullah.
Kenapa dengan susunan mengkucar kacir emosi.
Astaghfirullah.
Memang hati ini berbolak balik,Tapi pengemudi hati ialah iman.
Moga kerana susunan ini, hati ini tetap dan iman mantap.

Begitulah status facebook saya pada hari tetapnya shuffling usrah kami.

Sungguh, sadis dan air mata tidak henti-henti.

Bukanlah ini kali pertama saya melalui sistem penukaran naqibah dan usrah, tapi kali ini, tamparan lagi hebat.

Masih segar diingatan bagaimana,saat di KTT, sentuhan pertama tarbiyyah ke atas diri yang hina ini, waktu kami berbelas-belas orang semuanya yang dalam satu halaqah itu, pada suatu malam,masing-masing mendapat mesej oleh naqibah lama untuk pergi ke sekian sekian tempat pada waktu sekian sekian.

Dan pada waktu itulah, kami sedar, kami sudah dibahagikan kepada dua kumpulan nersama dengan naqibah yang baru, dek kerana naqibah kami di pindahkan kepada halaqah yang lebih memerlukannya.
Halaqah di India.

Dan pada waktu itu, pada awal-awalnya, kami kecewa kerna, naqibah lama langsung tidak pedulikan kami,seolah-olah kami tidak pernah bersama dengannya, lantas kami bersangka-sangka yang bukan-bukan dengan naqibah lama, mungkin diri inilah paling kuat sangkanya itu.

Tapi rupa-rupanya, naqibah lama kami tidak pernah mengaabaikan kami, sentiasa diupdatekan tentang kami dari naqibah baru dan sebenarnya tidak lupa kami langsung!

Astaghfirullah, betapa dengan akhawat, kita tidak sekali-kali boleh berburuk sangka sesama sendiri, sebab dakwah kita, dakwah kasih sayang, bukan dakwah hasad dengki.


Dan orang-orang (Islam) yang datang kemudian daripada mereka (berdoa dengan) berkata: "Wahai Tuhan kami! Ampunkanlah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami perasaan hasad dengki dan dendam terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkau Amat Melimpah Belas Kasihan dan RahmatMu".

al-hasyr:10
 


Maka setelah, melalui fasa-fasa penukaran naqibah selepas itu, hati ini sudah boleh menahan sebak dan menerimanya dengan macho dan bergaya sekali!

Kini, penukaran usrah dan naqibah berlaku lagi, dan seperti dinyatakan di atas,kali ini, tamparan sangat hebat.

Bila di'qadaya'kan oleh naqibah semalam, bersama linangan air mata, rupa-rupanya saya terletak high expectation yang amat untuk usrah baru. Maka apabila tidak mencapai tahap minimum expectation, mulalah macam-macam perasaan bertarung dalam diri,

kecewa, sedih, frust menonggeng, bengang dan banyak lagi perasaan yang hanya mampu diluahkan dek air mata itu.

Kenapa harus kecewa sebenarnya?
Kenapa harus sedih?
Kenapa harus frust menonggeng?
Kenapa? kenapa? kenapa?

adakah aku selama ini, berada dalam usrah, bukan kerana Dia?

*tunduk sambil berterusan mengalir air matu deras*

Dan apabila saya dikhabarkan saya masih di tahap lama, makin deras air mata berderu laju mengalirnya. Dengan perasaan sebagai seorang 'failure' dan seorang da'ie yang tiada perkembangan, negatif sungguh diri waktu itu.

Naqibah berulang kalinya menyebut tentang bagaimana nilai kita disisi Allah, hanyalah taqwa,tapi entah kenapa hati seolah-olah tidak terusik dengan suntikan semangat malahan berterusan dalam keadaan mengecewakan itu.

sampai ke malamlah diri ini dihanyut dan dibuai perasaan,

seolah-olah tidak redha!

nauzubillah

bukankah kena redha dengan Allah, sebab seharusnya , kita redha terhadap Dia dan Dia redha terhadap kita.

Dan kini, perlahan-lahan, diri ini cuba menghadam, yang ini tapisan Allah, dan andai kata, diri ini, masih dibuai arus perdana, maka tertapislah dengan tapisan-tapisan yang lain.

Dan dunia, hanyalah sementara, hanyalah perasaan semata.