Skip to main content

| abadi selamanya

Saat pertama tarbiyyah menyapa,
terasa seolah-olah dunia ini, dunia kita dengan Dia,
hanya Kau dan aku.

Terlupa diri pernah di hinggapi dengan noda-noda dosa,
terlupa diri ini, pernah bersahabat dengan geng-geng kongsi 'gelap' itu,
alpa dengan dunia sendiri,
dunia melepaskan tempias nafsu.

Tapi, sejak hidayah dan tarbiyyah datang menjenguk,
seolah-olah seperti orang yang dahaga di beri air,
seolah-olah seperti si lapar di beri makanan,
seolah-olah seperti si rabun diberi penglihatan.

Melengkapi dan mengisi ruang-ruang kosong dalam diri.

Hatiku dibajai dengan iman dan islam,
bercambahlah amal-amal islami itu,
dan hati melompat kegirangan,
bahagia sungguh!

Namun, kadangkala,
sekali lagi, aku disapa dengan mereka,
yang aku kira musuhku,

mereka bertau-talu mengetuk diri yang sedang longlai ini,
menarik diri yang lemah ini,
untuk kembali seperti dulu,
kembali menjadi geng kongsi 'gelap' mereka itu.

aku takut
takut andai, aku tersungkur dalam kegelapan itu kembali,
jatuh dan tergolek
tiada daya untuk bangun kembali!

andai benar-benar berlaku,

Akhawati,
panggilah aku kembali,
tariklah aku, agar aku terus menaiki gerabak cinta ini!

Sesungguhnya, Jannah destinasi aku, tiada pitstop!

Ya Allah,
pujuklah aku,
damaikanlah aku,
sesungguhnya aku merinduiMu!





Comments

Popular posts from this blog

down the memory lane[part 2]

I was helping my mum scanning her photos during her years in the US ,when I bumped into this photo of a friend of mine that I truly adore.
sharifah aiman al jafri syed ihsanoh yeah she's the one wearing the red scarf.sweet isn't she!!from left:aiman,irfan(her sis),maryam,me,aishah she's my age and we were together during primary school at SK Sura.Boy was that a long time ago and to think I'm about to start my uni years!!!She's now in England and after like more than half a decade not contacting her,we started contacting each other via email.I can't afford losing her again.The value of a friendship is indeed priceless!!

Berita besar

Di saat seorang ukhti datang dengan berita bakal melangsungkan bahtera perkahwinan, Tentunya hatinya diselebungi bahagia, gembira, ketenangan dan redha dengan aturan Allah,
Di saat yang sama, seorang ukhti lain datang dengan berita, bahtera perkahwinan tertangguh, si jejaka mengundur diri, katanya ingin mengalih fokus dari fikir tentang jodoh. Tentunya hatinya diselubungi hiba, kusut dan sedih dan paling penting, juga akur dengan caturan Allah.
Allahu T-T
Dua berita besar,  Berbeza watak, Berbeza perasaan.
Yg sama adalah,  Berpaksikan Allah.
Indahkan menjadi muslim yang sebenar-benarnya!

caca merba tulisan si penulis

I always act impulsively, be it planned or unplanned. Like when I'm writing this very moment, is unplanned business, I simply write what I feel, with a little bit of add ons and thus, my writings are ready to be publicized. macam masak mee segera je, campak-campak dan cepat masak. Its not that its wrong, only when its finished, its all over the place. cacamerba gitu.

I want it to be properly arranged, nicely put in words, explanations and analogies so that what is presented, is beneficial to everyone, especially to me who reads back my own writings.

emotions are to be publicized accordingly and kept accordingly.

May Allah preserve our writings, and we only write which is AlHaq.