Saturday, May 13, 2017

Nisfu syaaban 🌟

فقم ليلة النصف الشريف مصلليا
فأشرف هذا الشهر ليلة نصفه
فكم من فتى قد بات في النصف آمنا
وقد نسخت فيه صحيفة حتفه
فبادر بفعل الخير قبل انقضائه
واذر هجوم الموت فيه بصرفه
وصم يوممها  لله وأحسن رجاءه
لتظفر عند الكرب منه بلطفه

Maka bangunkanlah malam Nisfu Syaaban dengan mendirikan solat,
Semukia-mulia bukan syaaban terletak pada pertengahannya, 
Berapa ramai pemuda yang tidur pada malam ini dengan aman, 
Sedangkan telah ditulis tentang kecelakaan baginya dalam catatan 
Maka, bersegeralah melakukan amal kebaikan sebelum sampai kematiannya, 
Dan berjaga-jagalah dengan kejutan kematian padanya dengan kekuasaanNya
Dan berpuasalah pada esok hari nya kerana Allah dan perbetulkanlah harapan kepadaNya
Agar kamu mendapat kurniaan kelembutan Nya dari Nya ketika berlaku huru hara.

Nasihat imam ibn rajab al hanbali


Pada malam itu, 
Kami berangkat dengan tujuan berjalan-jalan rehlah sesama akhawat,
Untuk tujuan, 
و داعيا الي الله بإذنهًً
وسراجا منيرا

What was suppose to be a 3 hour journey, 
Became a whole night journey.

What was suppose to be a mansoura trip, 
Became a returned journey back to Alexandria.

What was suppose to be a jaulah, 
Became a mere rehlah, 
More to hanya kekal pemusafir atas jalan raya, 

Kalau ada yang bertanya , 
Menyesalkah? 

Jawabnya,
Tiada pasti sebuah sesalan melainkan kita sedar hakikatnya.

Boleh jadi,
Mungkin ada niat yang tak disatukan, 
Mungkin ujian ini untuk naikkan darjat kita,
Mungkin Allah nak ajar interaksi dengan alam itu, 

Hikmah akan disingkap kelak, 
Buat masa ini, 
Yakin sahaja dengan aturan Allah. 



Sebuah rehlah

"Apa maksud safura?"

"Keemasanku..."

"Ohh, macam safar (berjalan)"

"Safraa sebenarnya.."


Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW,

"Bahawasanya seorang lelaki mengunjungi saudaranya di kampung lain. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk menemui orang tersebut. Ketika orang itu ditengah perjalanannya ke kampung yang dituju, maka malaikat tersebut bertanya; Kemana kamu hendak pergi? ' Orang itu menjawab; Aku ingin mengunjungi saudara ku yang berada di kampung ini.' Malaikat itu terus bertanya kepadanya; 'Apakah kamu mempunyai suatu tujuan yang menguntungkan bila bertemunya? ' Laki-laki itu menjawab; 'Tidak, aku hanya mencintainya kerana Allah. Malaikat itu berkata; 'Sesungguhnya aku ini adalah malaikat utusan Allah yang diutus untuk memberitahu kepadamu bahwasanya Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah.'
(HR Muslim No: 4656)

Permusafiran sebelum menjelang ramadan, membersihkan turut dosa-dosaku, jazakillah khair atas kunjungan. 

Thursday, May 11, 2017

formula manusia

Bismillah,

For the past few months,
I have finished my first semester this year for this department,
I took my sanad certificate in Cairo,
I managed to jejak/ziarah all RIs present in Cairo,
I managed to do one of my toughest mutabaah amal(and yet, it was only for a short while yet the feeling was awesome)
I managed to win an essay competition,
and the list goes on.
bucket list ticked,
mission accomplished,
and above all, I still can breathe with the oxygen of Allah's,
with the nikmat of iman and islam,
Alhamdulillah.

Lately, i am pondering the meaning of happiness.

what does it mean?

Happy?

sometime ago, i think i already wrote about this matter, and yet it still came to me as if, i had just encountered it for my first time.

kenapa soalan ini mendesak dan menyesak kepala?

apakah aku ragu jalan aku pilih mampu beri kebahagiaan kepada diri yang faqir ini?

sejujurnya, kadang-kadang when you think that burden overflows your limit, you forget,
Allah tidak akan membebankan hambaNya, melainkan sesuai dengan kemampuanya,
and you tend to feel pressured, unhappy, irritable and impatient.

but above all, you reflect yourself in a mirror and you see all this while, to what extend have you grown?

have you been a seed that has a bud sticking out,
or have you been a flower blooming its petal?

because You cannot see changes in You, thus you put yourself as a failure in this road.

adil tak?

url.jpg


aku terlupa, justeru aku ingin ingatkan diri ini.
andai aku jatuh tersungkur lupa kembali, ingatkanlah aku ya Allah.

Allah Ta'ala ada berfirman,

hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu,

tarik nafas,

bagaimana kalau kehidupan ini, lantas tidak membuat aku bahagia, malah menyesakkan kepala berfikir tentang jalan ini. Rasa berseorangan, rasa penat, rasa tidak menghidupkan pun!

astaghfirullah,

lantas ayat itu tidak berakhir ukhti, it continues saying,

dan ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepadaNyalah kamu akan dikumpulkan.

Lets figure it out, if Allah stands in between our heart and ourself, it totally means we are not in control of it even one millisecond!


url.jpg


Thus, it shows how powerless and out of control of ourself. sometimes we tend to hide behind our own shadow of thoughts and suppress that fitrah inside us. fitrah seorang muslim.

Sungguh aku rasa lemah dan tidak berdaya. let alone bahagia. Selfish kan seorang bernama manusia ni.

Kita merancang dan merencana kehidupan kita, dan kita kena bear in mind, Allah lagi merancang above all.

formula manusia :

kalau kita rancang, dan perancangan Allah kena dengan perancangan kita, kita bahagia
kalau kita rancang, dan perancangan Allah tak kena dengan perancangan kita, kita sedih dan kata dunia ini tak adil.

aku ingin terus jadi manusia biasakah?
manusia yang seolah-olah tidak kenal tujuan hidup ini.

allahu, aku malu.

ajari aku untuk terus jadi hamba haibat di mataMu.