Thursday, April 6, 2017

Rejab 1438

Ketuk-ketuk Ramadhan.

Petang itu disapa oleh angin yang betiup sepoi-sepoi. Tenang. Diiringi alunan kalam-kalam ilahi, oleh Qari dari mekah yang di pasang oleh kedai berdekatan, cukup untuk buat hati terbuai-buai sayu. Pasti momen itu akan dirindukan, getus hati kecilnya. 

Sedang melangut, tembus memandang dinding. Sambil-sambil dia mengetuk-ngetuk jari telunjuk di atas meja jepun berwarna merah jambu lembut itu. Berirama. Walhal diri nya pula, Entah berfikir entah tidak. 

Zass!

Tiba-tiba dia diserang oleh suatu fikiran jahil. 
Cepat-cepat digoncangkan kepalanya, cuba untuk fokus kembali kepada kertas bergaris di hadapnnya, yang penuh dengan coretan dan contengan.

Dushh! 

Diserang lebih dahsyat, sekali lagi, kali ini lama sikit, seolah-olah sudah mengantisipasikan tindak balas musuh lantas tampil lebih gagah melawan.

Cepat-cepat diusap muka berkali sambil beristighfar. Masih belum pergi. Resistant dan persistent kali ini. Lantas dia bangun, dan memegang kepala dengan kedua telapak tangan dan kali ini istighfar itu dikuatkan seoktaf. Squeezing and pressing hard agar fikiran itu pergi. 

Nyah kau! Cub mengagaghkan diri untuk melawan serangan itu. 

Lama dia berkeadaan sebegitu, sehingga dia terjelepuk di atas permaidani bilik. Penat.

Kenapa diuji di saat lemah ini, bisik dirinya. 

Dia menarik saratoga yang sudah berhari-hari menjadi peneman sejati itu dan membalut dirinya. Erat dan kejap. She wanted warmth. She wanted to feel safe. Enough to just let her own heart heal after the bruise that it got itself into and to get over that horrible attack just now.

Fikirnya, ia sudah lama berlalu. Masakan datang kembali fikiran itu untuk merobek jiwa dia yang memang tengah longlai dan lesu. Jadi dia selesa. Selesa untuk tidak mengupgrade diri dan iman. Dia terlupa, sang jahat, tak akan pernah berhenti menyeksa dan mengganggu jiwa cucu-cucu Adam. 

Hatinya sedikit tenang, kurang rebellious seperti tadi. Gementar pnya sudah berkurang. Tadi dia pejamkan mata, perlahan-lahan dia cuba buka kelopak matanya sekaligus menarik aside saratoganya. She called it a day. Moga moga Allah mengampuninya.

Haaza sayamuru, semua ini akan berlalu. 

Again, she knew that she would face the worst nightmare no matter how, by herself. Alone. She couldnt yet imagine if she got attacked again, will she be able to stand again, but she didnt want to think of it. Not now, that is.

***

Setiap kita ada buat salah. Mungkin telah buat dan terus kuat untuk tinggalkan. Mungkin juga telah buat , dah insaf tapi kadang-kadang terbuat again and again here and there. 

Mungkin juga, tidak langsung cuba dan selesa untuk terus bergelumang dengan dosa yang sedar tak sedar, sebenarnya menodai diri kita. 

Dosa itu hitam. Hitam pula, hitam yang pekat tu. Bayangkan kalau dia melekat dan menyelaputi hati pula. Sebab itu mujahadah itu sakit, sebab kita cuba kikis ruang jahiliyah yang berkarat pada kita. Bukan senang, itu yang pasti, tapi tidaklah mustahil!

Jadi, Rejab kali ini satu bulan untuk rehab bagi para pendosa seperti kau dan aku. Kita cuci yok hati kita. Kita bersihkan dia betul-betul. Tak nak ke rasa dia hidup balik. Dan excited ke kita bila hati itu mampu melihat disebalik debu-debu jahiliyah dan hiruk pikuk dunia fana ni? 

Ramadhan sudah intai dari kejauhan, datang untuk mengetuk kembali pintu hati hamba-hamba yang Rabbani.

*Knock-knock*
*Who's there?*



Monday, April 3, 2017

Jim ra ha, bukan sekadar luka.

Kepala sebelah kiri berdenyut. Throbbing but diffused pain. Mengganggu konsentrasi betul sakit kepala ni.
Oh well~
Baru kita sedar nikmat kesihatan apabila dicuit dengan sedikit kesakitan.

bismillah, where should i start...

Ceritanya, sekarang ni, i am actually facing my final semester examinations (Im actually halfway through in finishing this medical degree!)

And to make the story brief, pelajar tahun akhir ni Alex, coursenya akan terbahagi kepada dua semester,

Semester pertama : department surgery
Semester kedua : department internal medicine

Dan setiap semester tu ada penilaian akhir yang macam apa kami tengah pulun right now.

Jadi in the midst of examinations, one of my housemate triggered me to actually search in the Quran if there were any words, or kisah or verse regarding surgery.

And so I did, with the help of bayan apps, I searched ج ر ح .

which if spelt together, جرح .

There is a signboard which i always see whenever i enter the buidling at my faculty for clinical rounds, it wrote,

قسم الجراحه
Surgery Department.

So you get the part where it literally means surgery.

It h a vast meaning, to name some, it meant to wound someone, cut someone, to gain or earn, to get or to obtain or to commit.

And apparently, only four verses in the kitab used these words, amazing right!

1) surah almaidah : 45
والجروح
And for the wounds

2) surah almaidah : 4
الجوارح
Hunt animals

3) al jathiya : 21
اجترحوا
Commit

4) al anam : 60
جرحتم
You comitted

Though  they may have different meanings, they can convey the same message. And so it came across me, what might be the relation between wounds and commitments?

I gave a thought and two and it struck me.

Surgeons, whenever they undergo any operations, they would have to commit fully until the surgery is done. With a clear goal, which is to remove any diseased organ or to open the body of anyone in order to find the cause of disease and do any intervention to it to finally improve the condition of patients health and life.

So thats how we have to lead our life.

We have to commit with our purpose of  life even though we get hurt, we fall down and problems burden you as if a heavy mountain is  going to fall on you! But you have to keep on going and finish that life with value.
Hats off.

I really love the verse in surah al anam where , allah mentioned,

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ

And it is He who takes your souls by night and knows what you have committed by day. 

(QS 6:60)

Kan kat sini, Allah guna جرحتم, yang mana Allah menilai amal-amal yang kita lakukan pada siang harinya.

Satu, Allah dah tahu kita buat apa setiap hari, tapi still Allah nak menilai amal yang dikerjakan itu sebab yang allah nilai usaha,

 Dan itu pun tujuan manusia diciptakan, which is to fulfil its function.

Jadi apa  fungsi  manusia?

Untuk  memenuhi  tuntutan manusia itu.

Errmmm okayy, apa tuntutan tu?

عبدالرحمان

Menjadi Hamba-hamba Allah.

Sayu pula tetiba.

Dari zaman saya toddler dalam jalan DnT ni, sehingga saya sudah boleh dikatakan menjadi dewasa, tujuan ciptaan manusia itu tidak pernah berubah. Sebab ia adalah sesuatu yang thabit(tetap) .

meskipun  zaman generasi  berubah, dulu Y sekarang Z,
Meskipun Iphone dah upgrade dari 3 sampai sekarang 7plus,
Meskipun dulu main batu seremban sekarang main game ipad je,

Yes, you get the point, the functions of the humans never change or evolve, because ada sesuatu yang sama dari dulu sampai sekarang,

Which is, dulu dan sekarang, kita adalah manusia, berbangsa islam, yang tunduk dan patuh kepada tuhan yang Satu dan menuju desrinasi yang satu, syurga yang dirindukan semua :)

Syurga yang akhirnya mempertemukan kita dan Dia,
Rabb nya manusia, Malik nya dunia.

Jadi, ج ر ح , bukanlah sekadar sebuah luka, tapi it goes beyond that.

Yuk tanya diri, apa yang aku kerjakan hari ini ya untuk Allah?