Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2014

We are bout to reunify again, soon inshaAllah

Its about to end.
Tajdid niat kembali agar apa yang dimulakan dengan bismillah, berakhir dgan alhamdulillah.
One city of course doest reflect the country as a whole, but it does in someway represent an identity.
Seperti dalam keluarga saya, kami berlima, bukanlah menggambarkan nordin's family as a whole, tapi sedikit sebanyak, kami ada persamaan yg tidak sama tetapi serupa kerana kami berbinti/binkan nordin.
Seperti itulah sewaktu di pnomh penh dan saigon, saya melihatkan sedikit perbezaan, Pnomh penh masih bertatih-tatih membangun,highway nya masih berupa tanah merah,bercucuk tanam di sawah bendang menjadi antara pekerjaan utama serta penyumbang kepada penjanaan ekonomi dan penggunaan tuk-tuk yang menyerupai beca masih digunapakai oleh penduduk tempatan.
Manakala, di saigon, pembangunannya pesat bak bunga kembang mekar di bawah pancaran matahari. Keadaan trafik tersusun, jalannya bertar serta pengunaan teksi meluas, serta hotel dan kedai-kedai banyak yang di buka dek kerana memenuhi p…

Kampuchea to cambodia

Trivia merdeka
The embassy of malaysia in pnomh penh was established since 31st of august 1957 but closed in 1975, due to the cambodia-vietnam war. And again it reopened in 1991 up until now.
#merdeka #tanahairku

Pre merdeka, |31 ogos

Oh Phnom Penh!

Oh Phnom Penh, selama tiga tahun kita berpisah
Aku merindukanmu dan hatiku merana dari hari ke hari
oleh karena musuh yang memutuskan tali kasihmu dan aku
Kala aku dipaksa meninggalkanmu
Amarah berkobar di hatiku dan aku bersumpah membalas dendam
atas penderitaanmu sebagai tanda kesetiaanku
Phnom Penh, kota kami tercinta
Meski ditempa kesusahan selama tiga tahun
Engkau tetap menjaga sejarah cemerlang keberanian kita dan menjadi lambang jiwa Kampuchea,
kekaisaran yang dahulu pernah jaya
Oh, betapa jiwa bangsa Khmer tetap lestari dan oh, terilhami kekaisaran Angkor yang megah
Oh, Phnom Penh Sekarang kita bersama lagi dan engkau terbebas dari kesedihanmu
Oh, Phnom Penh hati dan jiwa bangsa kita ===

“Oh Phnom Penh Euy”, Keo Chenda, 1979

Pohon doa dari semua

Saya masih ingat suatu ketika dahulu, saya membuat keputusan, menjelajahi Brunei.Jaulah brunei, I sort of made a small promise to myself to make a travelog.
More to what I got back then.
But it was way back in 2012.
Memang tak ingat sepatah haram la!  Adoi! (garu kepala) 
The hing that is still stuck in my head was, the kind hearted ladies showing us (waktu iu berjalan dengan kak mimi) around bandar seri begawan dan ziarah akhawat sana sini.
Feeling itu indah.
Priceless.
Dan saya masih bertekad untuk tulis jaulah itu.  Masih!
Dan in less than 48 hours, I will be heading somewhere, saya kira jaulah with ummi and abah. To refresh my own himmah and hamasah.
2012 #Jaulah Brunei 2013 #Jaulah India 2014 #Jaulah next in list 

Email sent, i wish to ask you, but i do not know how.

Saya buntu.
Istikharahlah dan istisyarahlah ya ukhti!
Saya merasai apa yang saya ikuti sekarang, bukan seperti pada awal-awal saya sertai, Kehangatan itu sudah menjadi lemau, Namun, saya masih bersandar kepada yang ini, kerana saya takut, saya terjelopok tersungkur andai tiada sandaran.
Saya lihat disana, kehangatan yang saya rasai pada awalnya, Namun untuk ke sana,  Saya tidak pasti apa jaminan saya untuk kuat seperti mereka, Nampak apa yang ada dalam bayangan, namun kurang jelas hala tuju.
Saya masih buntu,
Dan saya takut kebuntuan ini,  Terus terusan membuat saya menjadi selesa di zon sekarang. 

Krisoberil as it is |2014

Udara segar di seksyen tujuh,Pada suatu pagi yang hening, Buat aku tunduk ke tanah, Sayu.
Coretan alam,  Birunya langit memayungi,  Pepohon menghijau memberi teduh dari kepanasan, Coklatnya tanah dihisai bunga-bunga nan indah. Cantik, hati membisik.
Dan warna warni tetangga, Hangatnya cinta ummi dan abah, Walau usianya dua dekad, Menyebarkan cas positif.
Walau adinda adinda sekalian,  Kadang hanyut dalam dunia lain,
Namun pabila di ajak bicara, Sembangnya bergelen gelen.
Saat makan dulang,  Paling dinanti, Kerna doa dibacakan, Lantas perlumbaan ukhuwah termetrai, Tersandar kekenyangan.
Its never been that bad, No matter how bad i think my life is.
Its just the matter of gratitude.
Berapakah nilainya, sebuah kesyukuran?

the glass of faith

Kalau kita ambil sebuah gelas kaca, kita lihat dia sangat utuh berdiri tetapi andai tidak di jaga elok, boleh jatuh retak, malah boleh juga jatuh berderai, hancur.
begitulah disandarkan gelas kaca itu pada sebuah kepercayaan, selagi mana kita boleh berpaut pada kepercayaan, berpautlah, jagalah dengan sebaik-baiknya, kerana, andai dikhianati kepercayaan itu, pada siapa lagi boleh kita sandarkan?

It goes in either ways,

kepercayaan kita pada orang,
kepercayaan orang pada kita,
kepercayaan orang kepada mereka sendiri
Tapi yang lebih bermakna kepercayaan kepada diri sendiri.

Saya sangat suka untuk kita menjurus imaginasi kita kepada sekumpulan kambing. Kita bayangkan, kambing-kambing ini kepunyaan kita, kitalah pengembala kambing tersebut. Kita beri cukup makan, kita groom dia untuk menjadi kambing yang gagah lagi perkasa dan akhirnya, terbentuklah kambing-kambing yang kuat-kuat belaka.

Pada suatu hari, sewaktu kita menghambat kambing ke kandangnya, ada seekor kambing merasai dirinya cuku…