Wednesday, April 30, 2014

Tanyalah hati, apa kata dia.

I do not realise that sometimes,
I try to put on the best behaviour to please people,
Instead of pleasing My Lord.

Kata an ukhti,
Dalam surah ghafir,
allah mention seksaan-seksaan yang ngeri,
Yang akan berlaku dalam neraka,
Kerana Allah bersifat pengampun, 
Allaj nak ajar kita to not even reach hellfire,
By telling us whats in it first,
So that we think before accidently doing a sin,

And dalam surah al insaan,
Allah mention nikmat-nikmat syurga,
Yang banyak amat,
Kerana Allah nak bagi peluang semua jenis manusia atas muka bumi,
Masuk syurga beramai-ramai,
Dengan syarat,
Bertauhidkan Dia.

allah :')

Never have a I come across such beautiful relations,
Of Allah,
Whom I rarely act sincerely,

Di kala kita dilanda iman yang yankuz(futur),
Allah sends us comfort by saying Dialah yang maha pengampun 
And by giving a chance to segenap aspek manusiawi 
To seek truth, pleasure it and return to Allah full heartedly.



allah, indeed i need you close to me.

Tuesday, April 15, 2014

keep writing in circles

you wouldn't know who you are until you write,
what you write,
reflects the inner you.

does it really show the real you?
what if you write for the sake of writing goodness?

i do not actually go with the saying
fake it till you make it,
but anyway, its something to do with it.

let me tell you something,
recently,
i texted my adik usrah,
well she actually texted me first to tell about the condition that i'm about tell now,

we were going to handle a mabit,
to my adik-adik usrah and my usrah neighbours,
and it happened to me the date clashed with their picnic,

and some choose to not go over preparing for the so-called-long-ago-planned-picnic,
and there were still some who insisted to go to mabit,
and some who were caught in their own anger saying that mabit was not something to be forced,
and she told me the conversation went on and on,

from her part, she really wanted to go to mabit, because it is part of makanan rohani,
and she said,

bukan ke, kalau kita buat sesuatu kerana Allah, baru ikhlas itu boleh datang.
sebab sifat ikhlas Allah bagi itu kekal.
Ikhlas yang dari kita itu tak kekal.

menarik kan kupasannya.

how are we so sure that the start of something we do is purely because of Him?
because ikhlas itself is only given by him alone specific to His beloved slaves.

we tend to hesitate to  make changes or do more better stuff each day mainly because we fret that we aren't sincere from the very beginning.

But the issue itself is about doing it for the first time either forcedly or whole heartedly for the sake of Allah, to feel the sincerity come along while doing the deed, afterwards.

thus same goes to writing. sometimes it crosses my mind that i write only good stuff, or maybe nearly everything is positive, then again life isn't a bed of roses.

but hakikatnya we have to keep on writing goodness, kerna di dalam syurga sendiri,  hanya akan terucap perkataan yang baik-baik sahaja.

like a soil is to the plant, it nurtures the plant's growth so long as it continues supplying it and taken care of from weeds or other bad external factor,
the same goes to us, the good writings or good deeds themselves, act as a nurture to the heart, the more you write or do goodness, the more humble the heart becomes of because the more you nurture with nutrients, the healthier it gets.

whether i write for whatever baseline or story, may it be leaned because of Allah no matter what.

I try to write because of Allah
indeed I do,
inshaAllah




fourteen fourteen

melihat detik jam berlalu,
menghampiri jam dua belas,
bermain sebuah ceritera di layar fikiran,

pernah suatu ketika dulu,
jam dua belas itu ada signifikannya,
kerna pernah membesar dengan cerita-cerita disney,
maka jam dua belas itu waktu untuk si gadis cinderella,
menunggu jejaka idaman putera kayangan,
datang menyelamatkannya dari terus menjadi hamba abdi ibu tiri
sewaktu majlis tari menari itu,
kepada menjadi puteri di dalam istana yang gah itu!

kini apabila sudah melangkah ke alam dewasa,
jam dua belas itu ada signifikannya,
kerna sudah membesar dengan alam dakwah tarbiyyah,
maka jam dua belas itu waktu untuk seorang abdullah,
menunggu Sang kekasih yakni Sang pencipta,
datang dan menyelamatkan diri dari cengkaman dunia yg penuh kezaliman,
sewaktu dalam qiamnya itu,
sehingga bertemu mata di dalam syurgaNya yang abadi!

itulah aku dulu, dan inilah aku sekarang.

tiada beza pada plot,
tapi berbeza pada watak dan fikrah,

dua-dua cinderella dan abdullah ingin di'selamat'kan dari 'azab' dunia yang dirasakan perit dan pedih kepada pengawasan selamat oleh si pelindung yakni sang kekasih itu.

dua-dua dikecam oleh musuh, jika cinderella dikecam oleh ibu tirinya, maka abdullah dikecam oleh mereka yang menguasai dunia bak fir'aun.

dua-dua menabur bakti baik di atas dunia, cinderella dengan membuat kerja-kerja rumahnya, manakala abdullah dengan menjadi abid dan penjaga bumi

sama tapi tak serupa cinderella dan abdullah ini,
sama pada kronologi hidupnya tapi berbeza dari segi pegangan kalimah tauhidnya!

aku bahagia kini, aku menjadi seorang abdullah dari terus menjadi cinderella,
aku bahagia kini, aku menjadi penunggu kekasih pada malam hari, dari penunggu kasut kaca tersebut,
aku bahagia kini, aku menjadi penabur bakti kebaikan di atas muka bumi, dari terus menerus mengikuti tunjuk si fir'aun.

aku rasai aku abdullah,
dan aku tujukan ucapan salam,
juga kepada para abdullah di atas muka bumi ini,
yang selamat menjadi hamba!

#luahan140414