Skip to main content

| Taqwa itu di qalbu.

Taqwa itu di hati. Maka ia terbukti kala sendiri & sepi. Saat godaan menari-nari & diri merasa tiada yang mengawasi. Ya Rabbi, jagalah kami." - Salim A. Fillah 
A great quote diilhamkan oleh such a great creator!

Dalam keadan-keadan sebegini, kata-kata hikmah oleh akhi dan akhawati, sentiasa buat diri ini, tengok skrin macam nak tembus.

Tertusuk sangat.

Baru habis 'menumpang' sharing farah dengan adik-adiknya, dan terimbau kenangan di KTT dulu. Kenangan sewaktu berusrah berbelas-belas di rumah ilani,kown,lyana and ayuni. Ramai benar. Tapi bahagia.

Kini, masing-masing sudah berpecah, bertebaran di muka bumi Allah. Masing-masing mencari keredhaanMu.

Doakan kami, para muharikah.

Sebenarnya, pagi tadi, sewaktu di kuliah, disapa oleh jiran kerusi sebelah, sembang punya sembang, tiba-tiba, dengan takdirnya, dia tanya CGPA or something like that, i couldnt remember precisely but it was related to my results and I answered, that I got 2 point something.

What made me shocked was the response given by that person, because I was expecting something like,

"takpe, tahun ni ada lagi"

or

"okay la tu"

but unfortunately it was  a

"kenapa, main-main ke?"

shoot.

dead silence.

hakikatnya, aku tak main-main, tapi aku tak pandai uruskan masa. Kononnya dibusykan dengan usrahlah, tarbiyyahlah, dakwahlah, tapi itu tak menghalang untuk dapat 4 flat kan?

Dush.

Teringat ada seorang ukhti, memberi amanat sewaktu dirinya belum back for good lagi

"akhawati, kita da'ie pegang amanah sebagai pelajar, janganla aim, jayiid sahaja, atau jayyid jiddan sebagai at least kita, tapi aim mumtaz!"

Dan untuk aim mumtaz, kena usaha macam orang mumtaz.

mengutip kata mutiara dari student representative kami here in Egypt, they say,

Aim for the moon, cause even if you miss, you'll land among the starts.And if you really want jannah, aim for the highest one, Jannatul Firdaus. Even if you miss, you'll land among the 'Adn,Ma'wa, Naeem, Darussalam.
So, sebenarnya, hari-hari adalah tarbiyyah untuk kita, dan kata-kata dari sesiapa pun, adalah wasilah untuk Allah bercakap atau tegur kita, menunjukkan betapa Allah sayangkan kita yang amat.

Moga Allah redha.

InshaAllah.


Comments

NorAthina said…
indeed:) setuju kiki...

sangat terkesan dengan sister2 sini yang sangat busy dengan d&t, tetapi mantop study..

just can't figure out how they do it, but I believe its itqan. Bersungguh..

hu, sama2 boost diri dan improve insyaAllah..

:):):)

ya Allah kak, terima kasihh

skrg semangat saya untuk bukak buku dah berkurang :( byk sgt godaan lain huhu


terima kasih mengingatkan saya..
saya suka ayat ni.

untuk nak umutaz kena usaha macam orang mumtaz juga. terima kasih byk2 :)
Insyirah said…
qeelah.. semangat ^^

Popular posts from this blog

down the memory lane[part 2]

I was helping my mum scanning her photos during her years in the US ,when I bumped into this photo of a friend of mine that I truly adore.
sharifah aiman al jafri syed ihsanoh yeah she's the one wearing the red scarf.sweet isn't she!!from left:aiman,irfan(her sis),maryam,me,aishah she's my age and we were together during primary school at SK Sura.Boy was that a long time ago and to think I'm about to start my uni years!!!She's now in England and after like more than half a decade not contacting her,we started contacting each other via email.I can't afford losing her again.The value of a friendship is indeed priceless!!

Berita besar

Di saat seorang ukhti datang dengan berita bakal melangsungkan bahtera perkahwinan, Tentunya hatinya diselebungi bahagia, gembira, ketenangan dan redha dengan aturan Allah,
Di saat yang sama, seorang ukhti lain datang dengan berita, bahtera perkahwinan tertangguh, si jejaka mengundur diri, katanya ingin mengalih fokus dari fikir tentang jodoh. Tentunya hatinya diselubungi hiba, kusut dan sedih dan paling penting, juga akur dengan caturan Allah.
Allahu T-T
Dua berita besar,  Berbeza watak, Berbeza perasaan.
Yg sama adalah,  Berpaksikan Allah.
Indahkan menjadi muslim yang sebenar-benarnya!

caca merba tulisan si penulis

I always act impulsively, be it planned or unplanned. Like when I'm writing this very moment, is unplanned business, I simply write what I feel, with a little bit of add ons and thus, my writings are ready to be publicized. macam masak mee segera je, campak-campak dan cepat masak. Its not that its wrong, only when its finished, its all over the place. cacamerba gitu.

I want it to be properly arranged, nicely put in words, explanations and analogies so that what is presented, is beneficial to everyone, especially to me who reads back my own writings.

emotions are to be publicized accordingly and kept accordingly.

May Allah preserve our writings, and we only write which is AlHaq.