Skip to main content

ukhuwwah yang harus difillahkan!

Pernah lihat situasi begini,

pabila berjumpa berhadapan,
senyum senyuman,
pantang ada kekosongan ruang,
lantas cebik kan muka tanda protes.

*sigh*

it sounds dramatic doesn't it?

but this is happening semenjak dua menjak ni,
disebalik keramahan akhawat saling menyapa,
senyum senyuman,
disebalik sapaan mesra,
masih ada zhon pabila terlihat akhawat itu lambat datang meeting, ke usrah ke.

dihadapan seperti tiada angin mahupun ribut,
sebaliknya di belakang, terdengar desus desas
berbicara tentang akhawat itu,
macam-macam,
itu tidak kenalah,
ini tidak kenalah,
malah siap boleh berbincang tentang keaiban dan kelemahan dia.

ukhuwah islamiyah itu memang benar menjadi pemangkin kepada kegemilangan,
tetapi ukhuwah yang di praktikkan seperti yang dinyatakan seolah-olah membawa kepada keretakan jamaie,
seolah-olah ungkapan ukuwah fillah,
hanya seperti lagu yang menjadi 'hits' di corong-corong radio,
meniti di bibir, tetapi sukar untuk di maknai.

saya malu dengan para sahabat zaman rasulullah s.a.w di mekah,
yang bersama-sama menentang para quraisy ketika menyatakan shahadatul haq mereka,
berpelukan melindungi nabi, sewaktu dibaling-baling batu oleh mereka yang hatinya diselubungi hasad dan benci,
saya malu dengan para muslimin di madinah,
para ansar yang bersaudara dengan muhajirin,
tanpa mengira harta, pangkat mahupun kepentingan diri,
semua ditolak tepi,
untuk memberi laluan kepada sesebuah ukhuwah fillah berlangsung.

bukan kita tak boleh buat kan?

kena rijal sikit dengan emosi!
kena cuba zhon yang baik-baik saja, kerana prasangka itu hampir dengan dosa!
kena cuba senyum yang turun ke hati, meskipun pada awalnya harus dipaksa.

jalan dakwah ni dah cukup sempurna dan megah.
sempurna dengan kesempurnaan dari allah,
dan megah kerna mendapat perlindungan langsung dari Dia,
tapi campur tangan nafsu-nafsu manusiawi,
mencemar duli,
campur tangan emosi nafsi itu mencampur adukkan ikhlasnya sesebuah persaudaraan.

maaf kan kami wahai yang membolak hati para hambaNya!

Comments

itekkiut said…
SOOOOOOOOOOOO TRUE !

Popular posts from this blog

down the memory lane[part 2]

I was helping my mum scanning her photos during her years in the US ,when I bumped into this photo of a friend of mine that I truly adore.
sharifah aiman al jafri syed ihsanoh yeah she's the one wearing the red scarf.sweet isn't she!!from left:aiman,irfan(her sis),maryam,me,aishah she's my age and we were together during primary school at SK Sura.Boy was that a long time ago and to think I'm about to start my uni years!!!She's now in England and after like more than half a decade not contacting her,we started contacting each other via email.I can't afford losing her again.The value of a friendship is indeed priceless!!

Berita besar

Di saat seorang ukhti datang dengan berita bakal melangsungkan bahtera perkahwinan, Tentunya hatinya diselebungi bahagia, gembira, ketenangan dan redha dengan aturan Allah,
Di saat yang sama, seorang ukhti lain datang dengan berita, bahtera perkahwinan tertangguh, si jejaka mengundur diri, katanya ingin mengalih fokus dari fikir tentang jodoh. Tentunya hatinya diselubungi hiba, kusut dan sedih dan paling penting, juga akur dengan caturan Allah.
Allahu T-T
Dua berita besar,  Berbeza watak, Berbeza perasaan.
Yg sama adalah,  Berpaksikan Allah.
Indahkan menjadi muslim yang sebenar-benarnya!

caca merba tulisan si penulis

I always act impulsively, be it planned or unplanned. Like when I'm writing this very moment, is unplanned business, I simply write what I feel, with a little bit of add ons and thus, my writings are ready to be publicized. macam masak mee segera je, campak-campak dan cepat masak. Its not that its wrong, only when its finished, its all over the place. cacamerba gitu.

I want it to be properly arranged, nicely put in words, explanations and analogies so that what is presented, is beneficial to everyone, especially to me who reads back my own writings.

emotions are to be publicized accordingly and kept accordingly.

May Allah preserve our writings, and we only write which is AlHaq.