Thursday, August 3, 2017

flames of fire

Jika disebut tentang musim, secara amnya, ada musim bunga, panas, luruh dan sejuk. Di mesir pula, secara amnya ada dua yang dominan, iaitu musim sejuk dan panas, tapi di antara dua musim itu, akan terselit musim bunga. Dan pada waktu ini, bunga akan mekar seindah pawana, hingga ia turut mencuit hati yang lara untuk tidak terus tenggelam dalam luka, ataupun ia mampu menguntumkan sebuah senyuman ke atas makhluk yang bernama manusia.

Dan saat aku menulis ini, aku sedang melalui musim panas. 

Musim panas sangat digemari oleh diri ini, sebab Sang Suria seolah-olah beaming happily sehingga ia menghantar bahang panas ke seluruh tempat. Boleh cecah 40 degrees! I like being in a warm and sunny area. It enlightens your day! Lebih-lebih lagi di Mesir, musim ini menjadi pilihan hati rakyat, untuk berkelah dan berjemur di tepi pantai Kornish bersama keluarga yang tersayang.

ahh, bakal aku rindu suasana ini.

Tapi bukan ini semua yang nak menjadi pilihan pokok pembicaraan hari ini. Saya berpendapat, apabila kita bercakap tentang panas, ia simbolik kepada api.

and if we look into it deeper, api adalah asal usual iblis, makhluk ego itu!

a few days back, an ukht approached me and asked, 

"akk, kenapa dalam whatsapp akk respond macam tu, akk 'panas' ya?"

sambil tertunduk aku balas,

"agak 'panas'lah, akk pun tak tahu kenapa, tapi akk takleh terima respond dia macam tu"

jawab dia tenang,

"sabar ya kak".

Ceritanya, I was in a conversation, and i responded not really cool, I gave a not so nice emoji, and someone told me off. well sort of told me off, but i was pissed of, thus i replied back in a manner questioning her back whether my action was so bad. but then again, it wasn't cool at all and it only made me look dumber. 

all in all, another ukht who was silently reading our conversation, asked me personally, similar to what I told above.

Indeed, at that time I feel a sense of dissatisfying, or 'panas" I would automatically lose patient and if I couldn't get a grip of myself, I would say unnecessary things.

ridiculous right?!

it is, these few days, I easily get annoyed and 'panas' and slowly its affecting my relationship with humans. I can easily dismiss those who I disagree with, which is totally not parallel to the theme, 

fasobrun jamil.

Perasaan panas, sebenarnya suatu perasaan yang bakar hati, and it sometimes bakal rational, and kita kan bertindak terburu-buru ikut emosi.

takut saja, panas itu mendekati kita dengan makhluk yang seusul dengan nya, malah kita berkawan, berfikir dan berbicara seperti makhluk itu.

tak nak, bukan?!

Dan sebenarnya, siraman terbaik waktu hati di bakar api benci, adalah siraman iman yang sabar. Moga terus dikurnia nikmat sabar itu. sabar hingga ke syurga.

#dearheartstopabusingyourself




No comments: